"Seorang pencinta yang baik, berusaha tahu bagaimana cara menjaga privasi orang yang dicintainya. Supaya orang yang dicintainya tetap merasa nyaman."

— @jalansaja_ (via jalansaja)

(via erstudio)

"Tidak semua orang berani mengemban sebuah tanggung jawab. Apalagi tanggung jawab ketika memutuskan untuk menikah. Orang yang kita anggap sudah pantas, layak, dewasa dari segi apapun kadang tak berani memutuskan dan mengemban tanggung jawab ini. Bukan soal sudah pantas, sudah dewasa, sudah layak sudah ini sudah itu tapi soal berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambil dan membuktikan dengan sebaik-baiknya"

— @andinavika (via andinavika)

(via erstudio)

"Wanita suka laki-laki yang jelas. Jelas cintanya, jelas tanggal lamarannya, jelas pekerjaan dan rencana masa depannya, dan jelas tidak akan membagi cintanya."

— Mario Teguh (via rizkaamaliafulinda)

:)

"Rasa yakin itu benar-benar datangnya dari Tuhan dan kita hanya bisa sebatas bersiap-siap. Karena Tuhan akan memberikan perasaan yakin kepada orang yang telah siap menerimanya."

dalam sebuah kontemplasi, Kurniawan Gunadi

(via kurniawangunadi)

"Happiness is not a possession to be prized, it is a quality of thought, a state of mind."

— Daphne du Maurier, Rebecca (via bookmania)

hplyrikz:

Clear your mind here

hplyrikz:

Clear your mind here

(via pixelmint)

Sesuatu yang berlebihan, sederhanakanlah. Kita tidak membutuhkan banyak hal untuk suatu keberkahan, kita tidak perlu menghambur-hamburkan banyak waktu untuk kesenangan bahkan untuk kenangan.

Kita hanya perlu apa yang yang benar-benar perlu. Kita tidak membutuhkan ruangan yang sangat luas untuk…

"Cari pasangan gak perlu yang mapan, yang penting kita tahu apa rencana dia untuk ke depannya, dan kamu ada dalam rencananya. Gak perlu profesinya harus ini harus itu, memang cinta juga butuh makan. Namun ada satu perasaan di mana berjuang bersama itu nikmat sekali."

— Khariz (via adindasukma)

(via erstudio)

Jadilah seseorang yang: “Aku akan tetap menunggu. Tidak peduli kau datang atau tidak.” untuk seseorang yang: “Aku akan pasti datang. Tidak peduli kau tetap di sini atau pun tidak.”

Meski hingga detik ini kita tidak tahu siapa seseorang tersebut. Meski kita terlampau malu dengan harapan. Teruslah memperbaiki diri, besok lusa kita akan paham hakikat nasehat ini.

oleh : Tere Liye

(Source: nayhelfira, via annisaadejanira)

"Akhirat adalah negeri kejutan. Banyak ucap yang diremehkan ternyata dosa mencelakakan. Banyak ‘amal dibanggakan ternyata sedebu berhamburan."

— Salim A. Fillah (via ummuikrimah)

(via erstudio)

erstudio:

:”) aamiin

(Source: hanya-isyarat)

"Seseorang mungkin memiliki wawasan yang luas, atau mengerti tentang banyak hal. Namun ia tidak akan menjadi bijak jika tidak bisa mendengarkan."

— (via velarous)

(via erstudio)

hanirosdahlia:

Saya memang bukan seseorang yang sangat sempurna dalam beragama. Namun satu hal yang saya selalu pegang sejak 3 tahun lalu, jikapun harus mengenal laki-laki lebih jauh, adalah seseorang yang mau belajar menjadi ayah untuk anak-anak dan imam kami di masa mendatang.

hanirosdahlia:

Saya memang bukan seseorang yang sangat sempurna dalam beragama. Namun satu hal yang saya selalu pegang sejak 3 tahun lalu, jikapun harus mengenal laki-laki lebih jauh, adalah seseorang yang mau belajar menjadi ayah untuk anak-anak dan imam kami di masa mendatang.

(via erstudio)

jalansaja:

Mungkin menyenangkan jika tanpa kita tahu ada seseorang yang begitu gigih memperjuangkan. Mungkin menyenangkan, tanpa kita menyatakan cinta ia sudah lebih dulu mencintai kita.

Mungkin menyenangkan dicintai seseorang dengan penuh ketulusannya. Cinta yang datang dari seseorang…

"Tingkat Kepekaan"

Saya lupa baca di buku mana, tapi intinya gini. Sejak zaman purba, mata wanita dicipta untuk memandang secara detail, sementara lelaki memandang secara fokus. Itulah kenapa wanita jauh lebih mudah peka daripada lelaki. Karena dengan lebih detail informasi yang masuk, otak lebih cepat mencerna dengan lebih jelas. Wanita mempunyai keahlian lebih untuk memandang suatu hal dengan lebih mendetail.

Itulah kenapa wanita jauh lebih tahu seorang bayi menangis karena, pipis, ingin dipeluk, gerah, kelaparan, ingin dinyanyi’n atau apa pun. Sementara lelaki cuma tahu, mungkin bayi-nya perlu digendong dan makan.

Itulah kenapa lelaki susah membohongi ketika sudah bercakap dengan bertatap muka langsung. Sementara wanita masih mampu membohongi lelaki. Karena lelaki lebih fokus dengan apa yang diutarakan, semetara wanita memahami secara mendetail, mulai dari intonasi, gestur dan cara bicara lelakinya.

Wanita bisa berkata, “Ya, sudahlah” kemudian diiringi senyum dan semua selesai. Tapi ketika lelaki yang dalam posisi itu, ‘ya sudahlah’ tidak selesai sampai di situ. Wanita masih menyimpannya di otak bawah sadar dan seringkali menumpuknya menjadi sebuah tanda tanya “Dia sedang kenapa?”.

(via jalansaja)

(via erstudio)